Minggu, 22 Juni 2008

VPN Server di Ubuntu pakai PopTop

Dengan Planning Jangka panjang : membuat VPN LAN-to-LAN yang menghubungkan 2 LAN kantor yang berbeda lokasi via koneksi internet, saya pertama kali coba install Ubuntu VPN server.
Dengan bahasa saya, VPN merupakan sebuah jalur yang menyambungkan LAN A ke LAN B yang tidak terhubung secara langsung, tapi kedua LAN tersebut terhubung ke internet.

Syarat minimal, VPN Server memiliki 2 interface : 1 IP Public dan 1 IP LAN.

VPN Server yang diinstall pptpd (menggunakan Synaptic atau apt-get).

Setelah terinstall, edit konfigurasinya di file /etc/pptpd.conf , bikin username di file /etc/ppp/chap-secrets, dan edit konfigurasi di /etc/ppp/pptpd-options.

pptpd.conf berisi konfigurasi IP LAN.
pptpd-options berisi data IP, misalnya DNS server, WINS server, dll.

Setelah terconfigure semua, coba tes dari client menggunakan DialUp dulu, lalu VPN ke IP Public VPN tersebut.

Sabtu, 21 Juni 2008

Review Mobile Blogging pakai Nokia 5700

Sambil nungguin anak les, saya tes ngeblog pake Nokia 5700 untuk tulis artikel ini.
Modal lain : CBN 3G dan Opera Mini.
Ngetik pake 5700, serasa ngetik SMS. Keypadnya kan emang HP biasa.
Kalo ngetik banyak jadi pegel dan rawan ilang. Tadi saya gak sengaja pencet cancel, akhirnya ketikan yg udah banyak ilang ga ada bekas.
Di tempat les ini, sinyal 3G XL mantapps, full mentok.
Opera Mini 4.1 emang enak buat browsing. Tapi kalo blogging di blogspot, layoutnya berantakan nih.

Lagi ngimpi nih, bisa mobile blogging beneran pake Blackberry (sayang ga dapet di lombanya XL ini) atau pake Asus EEE yg mini itu.
BTW, thanks to all atas terpilihnya blog ini di Kompetisi Blog XL dalam rangka acara FKI/ICS.

Senin, 16 Juni 2008

Buat Hotspot Gratis Sederhana murah meriah

Koneksi Internet Broadband murah meriah makin membanjiri wilayah ibukota dan beberapa wilayah kota lain.

Jika anda punya public area (misalnya Kafe, Warung, Tempat Belanja, dll)yang ingin dikasih fasilitas Hotspot sebagai nilai tambah, bisa aja nih.
  1. Langganan Internet Unlimited murah-meriah. Misalnya, FastNet atau Telkomsel Flash Unlimited atau Speedy Office Unlimited.
  2. Punya Modem/Router dan AccessPoint. Kalau pakai FastNet, tinggal beli AccessPoint yang sudah termasuk Router. Setahu saya, WAP termasuk router sederhana harganya sekitar 400-500ribu kok. Jika mau pakai Telkomsel Flash Unlimited, musti beli Router Wireless 3G (ada merk DLink) dan Access Point-nya. Speedy? sudah ada router+modem+AP.
  3. Setting AccessPoint-nya dengan NoEncryption.
  4. Atur Posisi AccessPoint agar tidak luber sampai luar area yg diinginkan. Kalau tempatnya kecil tapi punya AccessPoint yang powernya kuat, mungkin Anda terpaksa harus menambah tembok tebal di dekat pintu keluar, agar "hotspot" anda tidak ditebengi oleh orang (yang ada di) luar. :D

Langkah terakhir, kasih tau posisinya ke saya agar saya bisa nebeng internetnya gratis. hehehe.

Ada tip cantik dari pemilik Warung di Yogyakarta (ada di harian Kompas beberapa minggu lalu), yang menyediakan hotspot gratis untuk pembelinya. Mereka disuguhi singkong goreng gratis juga. Tapi minumnya yang "mbayar". Alasannya, kalo makan singkong goreng kan "seret", pasti butuh minum. :D

Kamis, 12 Juni 2008

Temu Pelanggan Selular dan Kompas 2008

Temu Pelanggan Selular 2008 oleh Kompas hari ini, merupakan keikutsertaan saya yang kedua. Tema tahun ini menyorot tentang perang tarif.

Masih dengan 4 operator tahun lalu, Mobile-8 (Fren, Hepi), Indosat (Matrix, Mentari, IM3), Telkomsel (kartuHalo, Simpati, kartuAS), dan XL (XPlor, Bebas, Jempol).
Mungkin operator-operator Selular (dan FWA) lain agak takut mengikuti acara ini, karena bakal "ditelanjangi" oleh para pelanggan yang membawa "bekal" setumpuk untuk mereka.
Oleh ibu Indah (YLKI) ditegaskan bahwa problem-problem yang diungkap hari ini, harus hari ini juga ditindaklanjuti. Saya setuju sih, karena beberapa operator lama dalam penyelesaian. Kalau nagih/motong pulsa cepet.
Ada salah satu statement dari ibu Indah yang saya ingat, "kalau ada perbaikan jaringan, mana pernah operator kirim SMS pemberitahuan? Sedangkan iklan, rajin sekali kirimnya"
Untuk diketahui, bahwa alasan perbaikan jaringan, jaringan rusak, dan jaringan-jaringan kambing hitam lain termasuk dalam salah satu "senjata pamungkas" operator dalam menghadapi komplen pelanggan.

Yang disampaikan para pelanggan kali ini masih belum berbeda dengan tahun lalu, mengenai kegagalan isi pulsa, gagal panggil, network coverage, dll.
Dan jawaban dari mereka juga tidak berbeda jauh dengan tahun lalu, "akan kita investigasi lebih lanjut".
Yang agak aneh ada satu jawaban dari Indosat mengenai "kenapa IM3 saya tiap 9 menit selalu putus".
Mereka menjawab bahwa "untuk memberikan kesempatan bagi yang lain untuk menelpon murah".
Lah kalau ada perlu urgent berbicara lebih dari 9 menit, musti ke Wartel ya? :D

Keinginan saya untuk menyampaikan uneg-uneg tentang "billing system Matrix (Indosat) di network 3G" tidak tersampaikan karena tidak mendapat giliran "ngadu".

Intinya, perang tarif tahun 2008 ini membawa dampak yang hebat bagi pelanggan lain, yaitu nelepon & ditelpon jadi susah karena network busy.
Saya yang gak pakai kartu murah (saya pakai Matrix) ikutan susah nelpon dan ditelpon.

Rabu, 11 Juni 2008

Sinyal 3G saat pulkam 20 Maret 08

Pagelaran besar-besaran layanan 3G oleh semua operator membuat saya teringat kembali saat pulkam beberapa bulan lalu.
Libur panjang 20-23 Maret 08 kemarin, sambil bawa mobil sendiri sekalian nge-tes coverage operator 3G di kampung halaman, kota Demak.
Kota Demak berjarak udara 25km dari kota Semarang (di sebelah timurnya), terletak di jalur Pantura buatan Daendels.
Di kota ini, Speedy belum melayani.

Karena gak bisa puasa lama-lama dari GMail, kucoba pakai Huawei E620 (HSDPA PCMCIA) untuk akses internet sekaligus membuktikan seberapa "mobile"-nya para operator 3G kita di kampung.

Pertama-tama, pakai account CBN 3G (via XL), ternyata cuma dapat sinyal 2G (GPRS). Lambat deh. Berarti kalau pake XL aslinya juga sama, GPRS.
Ganti SIM card ke Matrix, koneksi cuma dapat EDGE/GPRS dan banyak bengongnya.
Pakai Telkomsel Flash, lumayan dapet UMTS/3G. Tapi sama, kadang-kadang bengongnya.
Modal terakhir, pakai simcard AXIS. Mumpung masih gratis 100MB per bulan. Masuk ke node B, tapi kok sama ya, bengong juga.

Aneh juga, di kampung yang BTSnya jarang ada yang pake internet, tapi modemnya sering ngelamun.
Mungkin sesuai dengan istilahnya sih, di kampung koneksinya yaaa pake internet kampung, dial-up.
Wireless Broadband Internet ternyata cuma untuk orang-orang kota ya.

Di dalam benak saya, di Jakarta yang sudah terlalu banyak akses broadband (Speedy, Fastnet, dan beberapa layanan FO di wilayah elite, Po-In) masih dijejali dengan akses HSDPA yang ada juga sampai (katanya) HSPA atau HSUPA.
Kapan orang kampungan seperti saya betah di kampung ya? kalau di kampung sendiri susah ngecek email.

Selasa, 20 Mei 2008

SIS 671 VGA driver Axioo TVS 712 di Ubuntu 8

Ubuntu 8 masih belum mengenali VGA SiS 671 di Axioo TVS712, sehingga drivernya masih menggunakan default VESA yang bukan WideScreen.
Agar tampilan Ubuntu 8 kita tidak "peyang", perlu sedikit trik untuk menggunakan driver SiS (tidak resmi) yang support 1280x800 widescreen.

  1. Download Source (file intelsrc...) SiS671 VGA driver di : http://ubuntuforums.org
  2. Menggunakan terminal, ketik sbb :
  • sudo apt-get build-dep xserver-xorg-video-sis
  • sudo apt-get install displayconfig-gtk
  • tar -xjf intelsrc.tar.bz2
  • cd 2d-driver
  • ./configure --prefix=/usr
  • sudo make install
  • gksu displayconfig-gtk
Pada perintah terakhir akan muncul pilihan driver yang akan digunakan, pilihlah SiS. Untuk Screen, pilih Generic LCD Panel 1280x800 dan klik pilihan WideScreen.

Kamis, 01 Mei 2008

Webcam Linux (Ubuntu) pada Axioo TVS712


Instalasi Ubuntu Linux di Axioo TVS712 banyak sekali "tantangan"nya.
Mulai dari kasus ACPI (untuk Power Management/baterai indicator), Video/VGA driver, dan webcam.

LiveCD Ubuntu sampai versi terakhir, 8.04, masih belum bisa masuk tanpa opsi noapic acpi=off .
Instalasi Ubuntu 8.04 saya di Axioo terpaksa saya urungkan dulu, dan balik ke versi 7.10. Saya (yang masih pemula) masih bingung, kenapa instalasi Ubuntu 8.04 saya gagal di resolusi 1280x800 (wide screen). Mungkin karena ada opsi tambahan yang saya masukkan saat booting install : olddetect pnpdetect=off kali.

Saat booting liveCD untuk install menggunakan Ubuntu 7.10, resolusi VGA menyerupai normal, 1024x768. Lumayanlah, tidak segede 800x600 waktu pakai 8.04. Setelah semua update patch selesai, saya pasang driver 2D-VGA SiS yang download dari website Intel. Link-nya saya cari di-google dan UbuntuForum.


Agar tidak mubazir fasilitas hardware dari Axioo, saya cari lagi driver untuk webcam Bison/ALi di TVS712. Driver yang digunakan dari http://linux-uvc.berlios.de.
Dengan perintah lsusb, pastikan webcam Bison/ALi yang terpasang.
ID 0402:5606 ALi Corp.
  1. Install subversion lebih dulu.
  2. Download the Linux UVC sources dengan perintah subversion :
    svn checkout svn://svn.berlios.de/linux-uvc/linux-uvc/trunk linux-uvc
  3. Compile sesuai perintah di web-nya :
  4. HowTo compile for Ubuntu 6.06 LTS

    OpenFacts, the Open Source Knowledge Database

    Intro

    Compiling the driver modules for Ubuntu is not very complicated. The challenging part is to fulfill the prerequisites like having the kernel-headers etc.

    Install needed packages

    You need to install a few packages (Please update list if you encounter problems due to missing packages)

    Install the follwing packages with apt-get install ... or use Synaptic.

    • build-essential
    • kernel-headers
    • ...(I have a developer machine, so many packages were already present, please update this list)

    Compile Linux-UVC

    1. Enter the check-out Linux-UVC folder
      cd trunk
    2. Open the Make file in this directory
      sudo nano Makefile
    3. Edit Makefile to change the modules path from
      INSTALL_MOD_DIR := usb/media
      to
      INSTALL_MOD_DIR := kernel/ubuntu/media/usbvideo
    4. make
    5. sudo make install

Setelah itu, restart Ubuntu. Cek webcam dengan aplikasi Ekiga.

Yang masih buat saya bingung, kenapa Mandriva (dari CD Recovery Axioo) bisa jalan dengan baik, terutama Batterai Meter-nya. Kenapa Ubuntu harus jalan noapic acpi=off ? perbedaan di kernel apa ya?

Sabtu, 15 Maret 2008

Buat Hotspot dan Install Billingnya Sendiri

Punya tempat nongkrong (cafe/restoran/warung/dll)? Punya akses internet unlimited? aksesnya sudah dibagi/share?
Kalau belum, Anda bisa "Share" akses-nya untuk customer. Anda bisa memberikan akses tsb secara gratis total atau gratis terbatas, dengan pengaturan di Billing Servernya. Software Billing Server untuk Hotspot banyak tersedia gratis di Internet.

Untuk berjualan akses Hotspot, diperlukan sebagai berikut :
1. Akses Internet
2. Access Point
3. Hardware/Server untuk Web, Otentikasi, dan Billing (siapkan 2 interface network). Hardware berupa PC biasa, namun sebaiknya yang cukup handal agar cepat aksesnya.
4. Software server Web, Billing, dan Otentikasi

Jika Anda belum memiliki software server billing, EasyHotspot bisa menjadi salah satu pilihan, selain banyak software billing gratis di www.sourceforge.net. EasyHotSpot ini merupakan software billing "rakitan" anak Indonesia (tapi bukan saya yang "membuat"nya). Saya menyebut rakitan, karena merupakan "penyatuan" dari kepingan-kepingan aplikasi OpenSource seperti Linux (XUbuntu), MySQL, ChilliSpot, dll.

EasyHotSpot yang bisa didownload, berupa image CD yang bisa langsung di-burn, dan dijalankan. Dibangun di atas sistem operasi XUbuntu (salah satu modifikasi dari Ubuntu Linux, aliran distro Debian), terdiri dari FreeRadius (untuk Otentikasi), MySQL (database server), dan Chillispot (server gateway/captive portal).
Karena sudah dipersiapkan dan dipaketkan, EasyHotSpot ini cukup menghemat waktu dan energi dalam pembangunan hotspot di hotel/restoran/cafe/atau apapun.

Feature yang ada di EasyHotSpot ini antara lain :
1. User Management
2. Pembuatan/Penghapusan Voucher secara acak (biasanya untuk prepaid)
3. Perencanaan Billing (berdasarkan durasi/waktu)
4. Statistik (siapa yang online dan penggunaan harian)
5. Konfigurasi

Selamat "berjualan akses" :)

Sabtu, 08 Maret 2008

FlashDisk Driver untuk 98

Masih pakai Windows98?
Punya USB port?
Tidak bisa colok Flash Disk ?

Ada yang harus diinstall, agar Windows98 anda mengenali USB Mass Storage yang dipasang.
Driver FlashDisk Generic, bisa dibaca di : http://www.technical-assistance.co.uk.

Untuk Win98 Second Edition, download di http://www.technical-assistance.co.uk/kb/win98se-usb-mass-storage-drivers.php
Win98 (First Edition), download di : http://www.technical-assistance.co.uk/kb/win98fe-usb-mass-storage-drivers.php

Driver tersebut berfungsi untuk device :
  • USB Flash Drives (juga di kenal sebagai Pen Drives atau Thumb Drives)
  • Digital Photo and Video Cameras (yang terhubung ke PC via USB)
  • USB Hard Drives
  • MP3 Players (termasuk Apple iPod dari versi 2.4)
  • Sony PlayStation Portable (PSP)

Rabu, 23 Januari 2008

HomePNA 3.1 alternatif baru networking di hotel/rumah

Bagi yang berkecimpung di dunia IT Indonesia, nama HomePNA jarang disebut-sebut dalam networking. Sangat kalah jauh dengan WiFi, (Fast) Ethernet, ADSL, bahkan HFC (yang dipakai TV kabel Indonesia).

Di Indonesia, saya belum menemukan distributor untuk produk-produk HomePNA ini.

SendTek.com

HomePNA merupakan aliansi banyak perusahaan/vendor untuk memberikan alternatif jaringan melalui infrastruktur yang sudah ada.

HomePNA versi 1, kecepatan maksimumnya 1 Mbps, di-release pada tahun 1998.
HomePNA versi 2, kecepatan maksimumnya 32 Mbps, di-release pada 1 Desember 1999 dan sudah masuk dalam standar ITU.
Dua versi tersebut, menggunakan kabel telepon biasa sebagai media jaringannya.

SendTek.com
Versi 3.1, kecepatan maksimumnya sudah mencapai 320Mbps, dan bisa melalui media kabel coaxial (antena tv). Maksimum peralatan (device, yang terhubung dalam HomePNA) dalam versi 3.1 adalah 63 peralatan.

Sangat menarik jika melihat produk-produk yang ditawarkan vendor HomePNA, salah satunya, SendTek, Taiwan. Sayang sekali, belum ada yang berani mengedarkan di Indonesia, terutama produk HomePNA versi 3.1 ini.

Informasi mengenai HomePNA lebih lanjut, klik : www.HomePNA.org.

Sabtu, 12 Januari 2008

Pengganti Exchange dan PDC server di Ubuntu Linux 7.04

Tema tulisan ini dimuat di InfoLinux edisi 09/2007: Setup Zimbra dan Samba menyerupai Exchange dan NT

Sudah terbiasa dengan Ms Windows Advance Server 2000 dan Ms Exchange Server?
Jika iya, apakah masih pakai produk bajakan? Kalau iya juga, segeralah beralih.
Ada 2 Alternatif, 1 membeli licensed & ongkos implementasinya yang muuahaalll atau beralih ke Linux.

Kalau PDC/Active Directory di Linux, semua pasti dengar Samba.
Bagaimana dengan Exchange Server di Linux? Salah satu Groupware server berbasis Java yang bisa berjalan di atas Linux. Ada 2 versi, versi OpenSource (gratis) atau versi Profesional (bayar licensed).

Install Zimbra di hardware terbaru (misalnya prosesor Core 2 Duo) sangat tidak rugi. Karena aplikasi Zimbra Server sangat tertolong dengan kinerja Hardware.

Di dalam Instalasi Ubuntu, sudah tersedia lengkap server Samba dan beberapa library lainnya di dalam repository.
Sedangkan Zimbra, kita harus download di www.zimbra.com.

Sangat dianjurkan untuk Downloads Zimbra versi 4.5.4 untuk Ubuntu 6, karena dalam beberapa kali instalasi, versi 4.5.5 selalu ada cacat/error-nya.

Ubuntu yang digunakan sebaiknya Fresh Install, dalam artian ada 1 komputer khusus yang akan digunakan sebagai AD/PDC server+Mail/Groupware system.

Detil Tutorial instalasi ini, bisa dibaca di majalah Info Linux 9/2007.



Instalasi Zimbra 5 di Ubuntu 7.10 ada beberapa perbedaan.

saat awal instalasi, debian.version di rename dulu.

di Ubuntu 7.10, Libnss-ldap dan Libpam-Ldap, konfigurasinya digabung dalam satu file ldap.conf di folder /etc, dan pastikan termuat :

host gregzimbra1.zimbra.com
base dc=gregzimbra1,dc=zimbra,dc=com
binddn cn=config
bindpw test123
rootbinddn uid=zimbra,cn=admins,cn=zimbra
port 389
bind_policy soft
nss_reconnect_tries 2

curl, libcurl, dan openssh-server , di-install dulu via synaptic.

root LDAP di Zimbra 5, berubah menjadi "cn=config"

zmldappasswd tidak bisa mengubah password root di slapd.conf.in, tetapi hanya mengubah di database root password. Jadi diperlukan pengubahan rootpw secara manual di file slapd.conf.in.

Versi 5 ini, zimlet tidak didownload secara terpisah, sudah ada langsung dalam Zimbra 5. Tinggal di edit dulu file config-nya, lalu di deploy.

Minggu, 11 November 2007

Komunikasi Terpadu dalam Perumahan

Artikel ini telah dimuat di harian Suara Merdeka, tanggal 11-Nov-2007 halaman 20.

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar istilah RT/RWnet yang dipopulerkan oleh bapak Onno W. Purbo, mantan dosen ITB. RT/RWnet merupakan sarana membagi akses internet untuk perumahan (antar tetangga) agar biaya akses bisa ditekan tetapi tetap mendapatkan internet berkecepatan cukup. Apakah anda sudah mengetahui bahwa RT/RWnet bukan sekedar internet?

Kita dapat memanfaatkan jaringan ini untuk sarana komunikasi terpadu untuk warga, misalnya telepon setempat (mirip PABX), papan pengumuman elektronik, atau bahkan untuk kamera keamanan di semua sudut perumahan.

Ada dua media penghantar untuk jaringan ini yaitu wireless dan kabel. Instalasi wireless menjadi favorit dalam RT/RWnet saat ini, karena pemasangannya mudah dan cepat. Kabel merupakan media yang paling bagus, tetapi paling menyulitkan dalam instalasi.

Bagi “calon perumahan” (perumahan yang dalam tahap pembangunan), dianjurkan menggunakan infrastruktur kabel. Ada dua tipe jaringan kabel yang perangkatnya (master dan client) cukup banyak di pasaran, yaitu DSL (data “menumpang” di suara/telepon) atau menggunakan kabel jaringan (UTP atau STP).

Jika menggunakan kabel jaringan, telepon antar tetangga yang dapat digunakan adalah IP Phone atau software seperti SJPhone atau Skype.

Seperti yang kini digunakan oleh Telkom, DSL merupakan teknik melewatkan data via jaringan telepon biasa. Diperlukan sentral telepon PABX dan switch DSL di pusat, dan modem DSL di tiap rumah.

Banyak ragam dan jenis perangkat wireless saat ini. Selain harganya yang semakin murah, mudah diperoleh, dan instalasi yang tidak sulit, perangkat wireless pada frekuensi 2.4GHz tidak diperlukan ijin asal tidak mengganggu pengguna yang lain. Kecepatan tertinggi wireless saat ini sudah hampir menyamai kecepatan kabel Fast Ethernet.

Media Komunikasi Antar Warga

Kita belum tentu dapat berkomunikasi dengan tetangga setiap hari. Cukup menyediakan satu server untuk pusat pesan, pengumuman dan komunikasi lain antar tetangga atau dari pengurus RT/RW dapat disampaikan dengan lengkap di sini.

Dengan beberapa modifikasi, telepon, Video Call, atau bahkan Video Conference dari internet (luar jaringan RT/RWnet) dapat dilakukan tanpa kesulitan.

Memperketat Keamanan

Bagi perumahan yang menggunakan gerbang tunggal dan dijaga petugas keamanan, penambahan kamera berbasis IP (IP cam) sangat membantu mengawasi keluar masuknya tamu di saat yang dibutuhkan. Dokumentasi tamu yang keluar masuk dan pengawasan sudut-sudut rawan perumahan oleh “webcam” akan menjadi lebih menarik jika dapat diakses dari tempat kerja “sang pemilik rumah” melalui internet. Petugas keamanan dapat melakukan konfirmasi via “telepon lokal perumahan” jika ada tamu atau sesuatu yang dicurigai. Bahkan di saat genting, pemilik rumah yang berada di luar rumah bisa dihubungi dan dimintai konfirmasi tentang tamu atau kondisi di rumahnya dengan ditampilkan live di webcam.

Agar Anak betah di rumah

Anak-anak pun dapat memiliki komunitas “game online” dengan para tetangganya. Cukup banyak permainan komputer yang bisa terhubung dan berinteraksi satu sama lain. Game online dari rumah cukup dapat mengurangi kekhawatiran orang tua berkaitan dengan hal-hal yang tidak diinginkan.

Masih banyak hal-hal lain yang bisa diaplikasikan pada jaringan komputer antar tetangga ini. Perkembangan yang pesat dibidang Teknologi Informasi akan memanfaatkan semua yang berhubungan dengan IP agar dapat berjalan secara efisien dan terintegrasi satu sama lain.


Selasa, 12 Juni 2007

Review Kozi CG-001 CDMA-GSM dual-on

Karena telanjur membeli Kozi (HP GSM-CDMA dualmode on), saya coba eksplorasi HP ini.
Berikut review-nya.

HP ini tidak bisa MMS, cuma standar voice dan SMS.
Internet via CDMA, dianjurkan untuk jadi modem, karena wap browsernya agak "aneh".

Operator :
Kartu CDMA, standar semua cocok.
Esia prabayar yang kurang, karena satu-satunya yang tidak bisa internet.

Kartu GSM, paling cocok Matrix.
Level berikutnya, kartu Halo dan Xplor (karena ada fasilitas yang tidak bisa dipakai)
Level selanjutnya, kartu Simpati, Mentari, dan Bebas.
Yang paling tidak layak dipakai, Kartu As karena sama sekali tidak bisa cek saldo pulsa.

Kelemahan:
1. Tidak tersedia bluetooth ataupun infra merah. Hanya ada USB kabel data ke PC
2. Tidak bisa kirim/terima MMS
3. Tidak bisa nge-browse internet di HP. Cuma bisa dipakai sebagai modem.

Fasilitas:
1. Dual On GSM dan CDMA.
2. Berlaku untuk semua operator (Multi band)
3. Utility HP standard seperti: Alarm clock, schedule, notepad, calculator, stopwatch, worldtime dan games.
4. Multimedia: MP3 player, Video player. MP3 player dilengkapi dengan Accoustic (3D+ surround), Music style (equalizer) dan play pattern (single, serial, pattern)
5. Kamera bisa digunakan untuk mengambil foto dan video. Hasil jepretannya "not bad" untuk situasi terang dan agak buram di tempat yang penerangannya terbatas.
6. Ringtone; bisa menggunakan mp3 sebagai ringtone yang disimpan di internal dan external memory. Ringtone bisa diatur untuk incoming call, sms dan wap (semuanya bisa mp3)
7. Dengan mudah kita bisa membedakan sms atau call dari dan ke GSM atau CDMA.
8. Menggunakan microSD/T-Flash 256MB termasuk dalam bundelnya.
9. Kabel handsfree tersedia.
10. bisa dijadikan modem
11. Pengaturan kamera untuk foto; decorate (sephia, emboss, dll), mirror, quality foto, multi shot (3-9), storage choice, self timer, resolution (max 1280x1024), view finder.

Selasa, 23 Januari 2007

menggunakan KlikBCA Bisnis di Ubuntu LINUX

Tulisan bertema ini telah dimuat di InfoLinux edisi 05/2007 : Koneksi VPN di Linux untuk e-Banking

Perusahaan Anda pengguna KlikBCA Bisnis?
Perusahaan Anda ingin migrasi ke Linux?

Software standar yang diberikan saat registrasi KlikBCA Bisnis, hanyalah under Windows. Jika perusahaan anda pengguna KlikBCA Bisnis dan ingin menggunakan software Gratis tapi LEGAL (aka Linux), sekarang bisa !

Dalam percobaan ini, saya menggunakan Ubuntu Linux 6.10.

Pertama kali, download Cisco VPN Client (for Linux) dari Universitiet Gent.
Bacalah dulu perjanjian dan disclaimer software ini.

Kedua, Install software tersebut (run vpninstall)

Ketiga, copy-kan profile KlikBCA Bisnis.pcf dari Komputer Windows yang sudah diinstall KlikBCA Bisnis ke folder /etc/opt/vpnclient/profile di Komputer Linux tsb.

Anda bisa mengakses www.klikbca.com/smelogin.html menggunakan Firefox.
Mungkin ada beberapa incompatibility antara KlikBCA Bisnis yang menggunakan JSP script dengan Firefox.

Untuk membuat Launcher (mirip Shortcut di Windows), pilih yang berjenis Application on Terminal, berisi sudo vpnclient klikbca

Agar user tidak ditanya password terus saat jalankan vpnclient, edit /etc/sudoers :


# /etc/sudoers
#
# This file MUST be edited with the 'visudo' command as root.
# See the man page for details on how to write a sudoers file.
#
# User privilege specification
root ALL=(ALL) ALL
michael ALL= NOPASSWD: /usr/local/bin/vpnclient
userlain ALL= NOPASSWD: /usr/local/bin/vpnclient

# Same thing without a password
%wheel ALL=(ALL) NOPASSWD: ALL

# Samples
# %users ALL=/sbin/mount /cdrom,/sbin/umount /cdrom
# %users localhost=/sbin/shutdown -h now

Rabu, 10 Januari 2007

Testing Internet 3G di area Permata Hijau, Jakarta

Testing 3G, pada tanggal 9-10 Januari 2007, menggunakan 3 Operator 3G saat ini.

[9 Jan 2007]
Pagi ini saya tes modem 3G (HSDPA) PCMCIA baru menggunakan 2 kartu, KartuAs dan Indosat.
Tes dilakukan di kantor, di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan.

1. KartuAs, koneksi maksimum 382kbps. Tes speed di www.i2.co.id dan www.speakeasy.net, downoad max-nya berkisar di angka tsb. Tes upload gagal. Saya cuma ke beberapa situs tes speed, pulsa berkurang kurang lebih Rp 12.000,- Baru browsing, udah segini, apalagi kalau download software.

2. Indosat, koneksi maksimum 1,8Mbps (sesuai spec di modem). Tes speed di www.cyber-isp.net, 1,8Mbps, gagal masuk di web www.speakeasy.net. Tetapi bisa browsing dengan cepat/lancar ke situs lain, seperti www.friendster.com Saya belum tahu habis pulsa berapa, karena ini nomor PostPaid.

Untuk situs luar negeri, masih belum bisa jadi patokan, karena trouble backbone internet di Taiwan.

Sayangnya, BTS 3G Indosat cuma di beberapa tempat di Jakarta.

Testing Modem 3G, menggunakan 3 operator 3G, di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan.

[10 Jan 2007]
dengan menggunakan modem yang sama (Huawei PCMCIA), saya connect via XL bebas di lokasi yang sama.
Modem tersambung 1,8Mbps, tetapi berdasarkan statistik kecepatan maksimum dari akses saya cuma 384kbps.
384kbps ini merupakan bandwidth 3G biasa (UMTS), sedangkan 2.4Mbps merupakan bandwidth 3,5G (HSDPA).
Speed yang saya peroleh saat tes di www.i2.co.id, 227.5kbps .
Masuk ke www.speakeasy.net (speedtest), gagal.
Pulsa saya berkurang cukup banyak, untuk tes ini... :)

Sedangkan modem HSDPA yang saya pakai, max speed cuma 1.8Mbps.

Kesimpulan? kalau mau pakai internet via 3G, jangan pakai pulsa biasa. Carilah yang paket data.
Kalau tarif reguler, bisa menguras kantong kita.

Mengenai link internasional, 9-10 Jan 07 ini masih meragukan.
Walaupun banyak yang bilang sudah pulih (via link cadangan), tetapi kadang-kadang masih susah.

Senin, 25 Juli 2005

Install Ubuntu 6.06 LTS di Compaq Proliant 3000

Ini adalah pengalaman pribadi saya.

Di awal tahun 2007, saya akhirnya bisa langsung fresh install Ubuntu 6.10 Server (Graphics mode) tanpa melalui proses install Ubuntu 5 dulu.

Di Kantor saya, ada PC Server lama, Compaq Proliant 3000, dengan spec Pentium-II/400MHz double processor, memory 256M.

Saat ingin install server ini sebagai Transparent Proxy Server (berarti sekaligus jadi Gateway), ternyata hang saat boot dengan CD Ubuntu 6.06 Dapper. Sepertinya, sang Dapper sudah tidak mengenali hardware lama ini.

Pusing dengan keadaan ini, akhirnya saya memutuskan untuk install Ubuntu 5.10 Breezy, sebagai server.

Setelah terinstall dengan baik, rasa penasaran kembali muncul.

Akhirnya, saya coba dengan Ubuntu 5.10, saya coba execute apt-get dist-upgrade, dengan CD Ubuntu 6.06.

Ternyata, walaupun ada beberapa error saat startup, Proxy Server Squid saya, bisa berjalan di atas Ubuntu 6.06 (text mode, server).

FYI, Compaq Proliant 3000 ini, sudah tidak bisa diinstall graphic mode dengan Ubuntu.

Selasa, 14 Juni 2005

TelkomFlexi, HP nomer lokal pertamaku

Pindahan dari : http://indsan.multiply.com/reviews/item/4

P bernomor lokal? impianku dari tahun 1999. Kok bisa? lha iya, saat itu aku sudah teracuni dengan konsep "mobilitas murah". Sebenarnya, Operator GSM pun bisa pakai nomer lokal, sayangnya mereka gak punya "license" alias ijin.

Pernah dengar C-Phone -nya Telkom Divre 5 (Jatim) ? Telepon ini aku tunggu-tunggu, kapan masuk Jakartanya. Ternyata, setelah "nasionalisasi" c-phone ini, nama pun jadi berubah: TelkomFlexi.
Waktu launching pertama kali, cari handset CDMA itu mahal banget. Udah gitu masih inject ESN. Sebenarnya, inject ESN ini standar international sistem CDMA.
Yang gak standar internasional itu justru pakai kartu alias RUIM.

Menjadi pelanggan generasi pertama (produk apapun) sangat menyenangkan... Salah satunya daku buktikan dengan berlangganan Flexi Jakarta.
Jam istirahat kantor, aku nyeberang ke Mal Ambasador bawa handset buat diinject.
Baru jalan pulang ke Menara Rajawali, pesawat HPku sudah on.
Saat itu belom ada sistem prabayar, alias semua yang daftar itu langganan biasa.
Saat ini, kalau apply PASCABAYAR, harus tunggu survey 2 minggu (minimal) sampai kring nya, itu juga kalau di-ACC. Dulu daku daftar pakai alamat Jakarta, KTP Bogor.
Sampai sekarang, tagihanku (IntagJastel) gak jelas jadinya.

Fasilitas dan Kualitas? di awal-awal launching Flexi, jangan tanya dehhhh... seriuss....
Dulu selama 6bulan lebih, telepon pake Flexi ada feedback (suara dari flexi terdengar kembali setelah 2 detik). Call Waiting, Memo, Divert?? baru ada setelah feedback ilang... Dulu sinyalnya susahhh... sekarang, Flexi terbaik, diantara 3 operator CDMA lainnya.

Yang bikin demen? pulsa persis seperti telepon kantor (itungannya bisnis sih), bisa dibawa keliling Jabotabek (termasuk Bogor lhooo). Dulu waktu masih baru, Flexi-ku bisa dipakai sampai di Purwakarta (masih satu Divre sama Jakarta).

Yang bikin sebel? internetnya diitung berdasarkan volume (per kb). lha yang sering download kayak aku, tekor. Tagihan ku pernah sampai 400ribu gara-gara internet doang!!

Mau tau handset yang aku pake? Nokia 3586 (CDMA angkatan pertama di Indonesia), warnanya 4096 dan polyphonic.

nomor GSM Matrix-ku

Setelah "melepas" Mentari dan IM3ku dan kembali ke proXL aku pindah rumah ke Bogor.
Di Bogor, tidak berapa lama, daku berlangganan harian Metro Bogor. Tergiur oleh iklan di harian tersebut, aku apply langganan Metro Bogor selama 3 bulan untuk mendapatkan Matrix khusus (free abonemen 6 bulan, 18 bulan berikutnya abonemen 25rb).
Sebuah proses aplikasi Matrix yang cepat (apalagi dibandingkan sekarang), isi formulir dan pulang. Sampai di rumah, Matrix sudah hidup. Ternyata ada survey via telp beberapa hari kemudian.
Matrix yang kudapat sudah 64kb, M-BCA ready (for cek saldo doang, gak bisa transfer hehe), International Roaming, dan beberapa fasilitas standar Matrix lainnya.
Ternyata pakai pascabayar pusingnya kalau lagi keluar kota. Terima telepon aja bayar lhoo...
Yang bikin sebel dengan Matrix ini, waktu penggabungan network Satelindo dengan IM3. Waktu anakku lahir (malam hari), HPku gak bisa buat telepon dan kirim SMS !!!!
untungnya aku selalu "membawa bekal" SIM card lain. Copot Matrix dari HP, ganti dengan XL-Bebasku.

Terus terang aja, Matrix yg sekarang ku pakai ini, tidak bikin puas selain nomernya yang dikit (0816-63xxxx, POC Bogor). Kalau saja tidak telanjur dibagikan ke banyak orang, aku udah ganti ke nomor lain.

Inti dari pelajaran ini (hehehe), jangan pernah punya nomer cuma satu ! Belilah sebanyak operator yang ada, kalau bisa beli juga HP sebanyak-banyaknya juga.

Prabayar SIMPATI Nusantara milikku

Pindahan dari : http://indsan.multiply.com/reviews/item/1

Simpati Nusantara (Telkomsel) merupakan Provider GSM pertama yang saya gunakan.
Kartu Prabayar ini impianku dari jaman kuliah dulu. Sebelum muncul sistem prabayar ini, memiliki pesawat telepon genggam masih jauh dari bayangan angan-angan.
Saya gunakan Simpati Nusantara (POC Jakarta) dengan nomer 0812 - 92xx 312 (xx itu angka kembar lho). Nomer ini saya jual waktu harga nomer (perdana) Simpati melambung tinggi dan langka.
Fasilitasnya lumayan, bisa terima SMS dan roaming nasional. Saat itu roaming masih bayar 2500 per menit (pembulatan per menit). Betapa tekor nya saya waktu interview di Bandung. Terima teleponnya cuma 10detik, tapi pulsa berkurang Rp 2500 !!.
Status Pulsa up-to-date, abis pake langsung ngurang. Beda banget ama Mentari yang beberapa bulan kemudian Launch, abis telepon lama, pulsa ngurangnya ntar-ntar aja hihihi.
Sekarang Telkomsel sudah tidak memasarkan Simpati Nusantara (0812), mungkin prefix-nya udah abis. Yang dipasarkan sekarang Simpati Hoki (0813) yang gak tau hoki dari mana, dan Kartu As (0852).

Kartu Prabayar proXL milikku

tulisan ini pindahan dari : http://indsan.multiply.com/reviews/item/2

proXL ini kartu GSM keduaku. Karena tergiur ama pendeknya angka (10 digit doang!!), kulepas Simpati dan kupakai proXL 0818-766xxx ini.
Banyak yang bilang, kalau proXL bagus di Jakarta dan jeblok di luar.
Yang aku alami, di Jakarta juga jeblok. Bayangkan aja kantorku (dulu, di lt 24) di atas kantor EXCELCOM, di Menara Rajawali Jakarta, tapi sinyalnya timbul-ilang-timbul-ilang. Kalo terima telepon, musti teriak-teriak dan dieja pelan-pelan. Baterai yg biasanya abis 3 hari, cuma abis dalam 1,5 hari saja.
Yang bikin kuciwa, pulau Jawa pun tak tercover semua. Tahun 2000an, aku "piknik" ke Pangandaran dan akulah satu-satunya "pembawa bendera" proXL. Ternyata, aku juga lah satu-satunya yang HP gak ada sinyalnya dari tanjakan Nagrek sampai Pangandaran!!
Sepulang dari Pangandaran, kubeli satu Mentari untuk cadangan. Ternyata pegang 2 nomer prabayar, HP cuma satu itu bikin pusing.
Terjadilah "tragedi isi ulang xl".
Dua (2) hari terakhir sebelum masa tenggang berakhir, mau isi ulang pulsa via 123 (dulu belum ada cara lain), dibilang sistem lagi error. Telp ke 818 (customer service) katanya nomer bapak udah dicatat, nanti dikasih dispensasi. Pas hari H-nya, 0818ku udah gak bisa dipakai, alias hangus. Telp ke 818 lagi, dibilang emang udah hangus (lhaa!!!). Akhirnya kutulis email, dan sebar ke semua orang, tembusan ke customer service-nya XL. Eh, lha kok dengan cara gini, nomerku bisa hidup lagi (berkat bantuan dari Cust Service manager-nya).

Terlepas dari nightmare di atas, yang bikin aku gak bisa lepas XL ini (walaupun jarang hidup juga), fasilitasnya. M-BCAnya, bisa transfer (yg Matrix-ku cuma bisa cek saldo & transaksi doang). Pertama kaliku dapat hadiah Siemens C35i, proXL ternyata sudah bisa WAP via CSD (tekor juga sih). Fasilitas Where-r-U, pertama kali kudapat dari operator ini. Operator lain beberapa TAHUN kemudian !! Fasilitas lainnya lumayan banyak... kecuali COVERAGE-nya sihh...
Yang bikin demen, proses di XL-Center-nya itu lho... cepet & simpel. Bandingin aja ama 2 operator GSM lain yang lebih raksasa...

Kalau pake HPnya cuma di kota-kota gede aja, XL bisa lah... bebas roaming nasional lagi (kecuali yg gak tercover, hehehe...).