Jumat, 25 Juli 2008

Axioo TVS 712 dan Huawei E620


Punya card 3G yang gak bisa masuk laptop baru, sungguh memusingkan.
Sampai dibela-belain beli ExpressCard-Cardbus converter, pengen coba pasang di Axioo TVS712.

Masuk ke WinXP, selalu hang atau restart.
Coba pakai KUbuntu 8.04.1, ternyata gak hang lho. Tapi device-nya gak kedetect.

Iseng-iseng matiin dulu dan pasang komplit card-nya. Lalu hidupkan kembali KUbuntu.
Lihat di system config-nya Kubuntu, eh muncul Huawei E620.

Berbekal dari web FundKitchen ini, saya lakukan beberapa langkah yang standar dengan instalasi PCMCIA card. Berikut copy-paste-nya.

Kita hanya perlu serial port pertama pada modem, yaitu ttyUSB0. Port ini perlu dikonfigurasi menggunakan program minicom.

Ketikkan «sudo minicom» bila minicom telah terinstall, atau bila belum, install dulu minicom ini dengan perintah «sudo apt-get install minicom». Ya, anda perlu terhubung dengan internet untuk dapat menginstall paket software baru pada Ubuntu. Hmm... lucu juga kita perlu internet dulu agar dapat terkoneksi ke internet. Telur dulu atau ayam dulu? Not big deal lah...

Setelah minicom dijalankan, lakukan konfigurasi dari konsol minicom dengan cara Ctrl-A lalu diikuti O (o-mega, bukan nol/zero) untuk men-set serial port pada modem. Lakukan perubahan pada parameter berikut :

Serial device: /dev/ttyUSB0
Bps/Par/Bits: 115200 8N1
Hardware flow control: No
Software flow control: Yes

Simpan seting di atas sebagai default.

Pada halaman contekan katanya kita perlu mengaktifkan PIN, namun saya coba ternyata tidak perlu. Memasukkan AT command untuk PIN justru memberikan pesan error pada percobaan yang saya lakukan. Skip...

Sekarang untuk mengaktifkan modem kita perlu menjalankan koneksi PPP. Untuk ini kita perlu program wvdial. Pada instalasi standar Gutsy Gibbon, wvdial ini sudah terpasang. Tapi jika belum silakan install dengan perintah «sudo apt-get install wvdial».

File /etc/wvdial.conf perlu dikonfigurasi. Masukkan seting berikut:

[Dialer defaults]
Modem = /dev/ttyUSB0
Phone = *99#
Username =
Password =
New PPPD = yes

Simpan file konfigurasi tersebut dan panggil wvdial dengan mengetik «wvdial». Ada sedikit delay dan pesan «Warning» namun tidak mengganggu. Tunggu beberapa detik dan periksa apakah koneksi ppp sudah aktif dengan mengetik perintah «ifconfig».

Bila koneksi internet terdahulu masih aktif, silakan non-aktifkan dan matikan juga program wvdial dengan «Ctrl - C» pada konsol wvdial.

Setelah semua koneksi internet non-aktif. Aktifkan kembali wvdial seperti di atas. Langkah ini sebetulnya opsional, hanya agar anda tidak perlu men-set default route saja (kalau memang perlu silakan liat pada halaman contekan).

Tes koneksi dengan melakukan ping ke Yahoo:

«ping www.yahoo.com»

Kalau anda mendapat reply, berarti semuanya berjalan lancar. Anda bisa langsung ber-mobile internet dengan modem Huawei E620.

Tapi Saya masih gak tau kenapa, WinXP di Axioo TVS712 bermasalah dengan Huawei E620+converter.

Senin, 21 Juli 2008

Kubuntu 8.04 di Axioo TVS 712

Gara-gara iseng modifikasi Grub dan upgrade kernel (masih penasaran dengan ACPI), Ubuntu 8.04.1 di Axioo, crash ! Diutak-atik parameternya, tetep Kernel Panic. Akhirnya, gak cuma si Kernel yang panik, saya juga ikut panik. :) Lha wong saya cuma pemula di Linux.
Ngeliat tas, isi CD bawaan laptop ternyata ada yang ngeluarin, ditinggal di kantor.
Stok di rumah tinggal CD Kubuntu 8.04 (versi KDE dari Ubuntu) kiriman dari Belanda.

Daripada gak ada Linux-nya, install deh pake Kubuntu 8.04 Live CD ini. K
Masih seperti dulu, musti modif startup-nya dengan noapic acpi=ht.
Setelah melalui proses install, ditimpalah Ubuntu lama.
Ternyata, KDE-nya Kubuntu cakep juga ya, gak kalah dengan XP.
Tetapi, inilah waktunya memulai kebingungan. :D
Nama aplikasi di KDE, berbeda dengan yang di GNome (Ubuntu).

Untuk VGA-nya, ternyata tinggal download driver intel yang versi bin, bukan src (lihat posting sebelumnya), dan langsung copy. Edit xorg.conf, ganti field driver-nya menjadi sis. Lalu restart.

Webcam nya juga sudah langsung hidup, tanpa instalasi driver.

Untuk sementara ini dulu, sambil explorasi lagi.

Rabu, 16 Juli 2008

Memilih Operator 3G untuk VPN Client

Komunikasi bergerak (mobile) sudah tidak asing lagi di Indonesia.
Dengan kecepatan data seperti saat ini yang bisa mencapai HSDPA (yang EV-DO belum dijual bebas) memungkinkan kita bekerja di kantor secara virtual.

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, untuk dapat bekerja serasa di kantor, diperlukan VPN. Di laptop yang mobile, cukup menggunakan VPN client (sudah built-in di Windows XP dan di Linux tinggal install saja).

Tetapi apakah semua operator 3G bisa digunakan sebagai VPN client? tidak.
Berdasarkan pengalaman saya terhadap beberapa operator 3G, yang perlu diperhatikan adalah penyediaan IP Public untuk client 3G.
Jika saat pertama kita dial koneksi 3G, perhatikan dulu IP yang kita peroleh. Jika IP Private (10.x.x.x atau 172.16.x.x atau 192.168.x.x) bisa dipastikan koneksi akan melalui router NAT. Hanya sedikit sekali router NAT yang bisa melewatkan protokol VPN/PPTP.

Client 3G yang memberikan IP Private dan tidak bisa digunakan adalah Indosat (menggunakan APN: indosatgprs). Kecepatan maksimum Indosat biasa ini (APN indosatgprs) dibatasi hanya UMTS, bukan HSDPA.
Telkomsel APN telkomsel juga memberikan IP Private, tetapi APN internet memberikan IP Public. Tetapi Telkomsel memberikan kecepatan maksimum sesuai jaringannya.
XL retail belum coba, karena takut dengan tarif data retailnya yang masih mahal.
CBN 3G, mendapat IP Public dan bisa connect ke VPN server.
AXIS (saat gratis internet dulu) masih menggunakan IP Private, dan Port 80-nya menggunakan Transparent Proxy.
Pada awal launching IndosatM2, customer mendapat IP Public, tentunya bisa menggunakan VPN Client.

Untuk lebih pastinya, cek dulu IPnya sebelum pakai untuk VPN.

Senin, 07 Juli 2008

VPN LAN-to-LAN dengan Ubuntu

Melanjutkan tulisan sebelumnya, kali ini kita setting VPN client di routing server.
Maksudnya, server ini sebagai inisiator untuk menghubungi VPN server di sisi dunia internet yang lain.

Yang perlu di-install adalah ppp client.
Setelah terinstall, edit 3 file ini : /etc/ppp/chap-secrets, /etc/ppp/ip-up, dan /etc/ppp/options.pptp.

chap-secrets berisi username dan password yang sudah diatur di VPN servernya.
format : user PPTP password *

file ip-up kita isi dengan perintah routing, agar LAN di sisi client bisa menghubungi LAN di sisi server.
contoh : route add -net 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 dev ppp0


options.pptp disesuaikan dengan setting di VPN server-nya.

Setelah itu, buat file baru di folder /etc/ppp/peers, untuk profile dialup.
contoh isinya (dengan nama file vpnpusat) :
pty "pptp ip.vpn.server --nolaunchpptpd"
name uservpn
remotename PPTP
persist
require chap
file /etc/ppp/options.pptp
ipparam vpnpusat

Agar VPN otomatis connect saat Ubuntu dinyalakan, file /etc/network/interfaces perlu kita tambah sbb:
auto tunnel
iface tunnel inet ppp
provider vpnpusat

Untuk pengetesan koneksi VPN apakah sudah bisa berjalan, dari terminal ketik pon vpnpusat.

Jika dilihat dengan perintah ifconfig interface ppp0 sudah terlihat, berarti VPN sudah bisa berjalan dengan normal.